Day #1 : Praktek Kerja Lapang [at] MEPPO-BPPT

Cerita dan Impian, Ilmu Komputer, Praktek Kerja Lapang (PKL) No Comments »

Praktek Kerja Lapang?

logo-meppo-2007.jpg

Hari ini genap 4 hari saya mulai menjalankan kewajiban [4sks] sebagai mahasiswa Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor. Adalah Praktek Kerja Lapang yang merupakan ajang untuk belajar dan menggunakan ilmu yang didapat selama ini untuk diimplementasikan pada suatu Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi(Puspitek) pada bagian Balai Mesin Perkakas, Teknik Produksi dan Otomasi (MEPPO), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi(BPPT) atau mudahnya MEPPO-BPPT. Terhitung mulai tanggal 28 Juni 2010 saya memulai PKL dan berakhir pada tanggal 13 Agustus 2010.

Topik [kerjaan] saat PKL

Sebelum PKL dimulai pihak MEPPO-BPPT dimana tempat saya PKL sudah memberikan gambaran umum tentang pekerjaan apa yang dapat kami kerjaan dalam kurun waktu kurang lebih 35 hari kerja. Adalah “STL to G Code” yang merupakan salah satu dari dua topik yang dapat saya dan teman-teman saya kerjaan. Topik yang kedua adalah “Design Inventory Database System”. Akhirnya kita brembuk sebentar untuk membagi menjadi 2 team dan hasilnya adalah sebegai berikut :

STL to G Code :

  1. Chandra Wangsa Setiadipura
  2. Laras Mutiara Diva

Design Inventory Database System :

  1. Alfian Prayanta
  2. Rani Dwijayanti

[bersambung ke postingan dan hari selanjutnya]

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Point number 10 of 10 : Help and Documentation

Academic, Human Computer Interaction, Ilmu Komputer 1 Comment »

Poin terakhir yang menjadi termasuk dalam aspek pengujian adalah help and documentation. Ada tidaknya help atau dokumentasi pada suatu situs menjadi suatu nilai tambah karena dapat memudahkan pengguna ketika kesulitan untuk mendapatkan informasi dari sebuah website atau pengguna mengalami kesulitan untuk menjalankan suatu task.

Pada situs www.deptan.go.id tidak terdapat fungsi atau menu help sehingga sistem tidak dapat melayani pada pengguna yang kesulitan untuk memahami task pada situs tersebut. Sebaiknya dibuat help pada situs ini karena ketika pengguna awam masuk pertama kali akan ditampilkan begitu banyak menu dan ketegori, akan lebih baik jika terdapat penjelasan singkat dan deskriptif pada help tentang hal tersebut. Jika help pada situs ini dibuat pengguna akan mudah untuk mencari informasi yang mereka inginkan. Biasanya help berukuran tidak terlalu besar karena berfokus pada hal-hal yang penting yang biasanya ditanyakan atau di cari oleh pengguna dan biasanya sering juga disebut FAQ(frequenly asked question) atau pertanyaan umum yang biasanya ditanyakan oleh pengguna umum.

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Point number 9 of 10 : Help Users Recognise, Diagnose, and Recover from Errors

Academic, Human Computer Interaction, Ilmu Komputer No Comments »

Karena kesalahan tidak dapat dihindari maka salah satu poin penting dari heuristic evaluation adalah Help Users Recognise, Diagnose, and Recover from Errors. Intinya adalah ketika pengguna melakukan suatu kesalahan, sistem dapat menampilkan pesan error yang mudah dimengerti oleh pengguna sehingga pengguna tahu akan kesalahan mereka. Bagian yang paling penting adalah recover from error atau memperbaiki dari kesalahan itu sendiri. Tentunya ketika suatu kesalahan telah terjadi, pesan error yang dikeluarkan oleh sistem haruslah memberikan solusi dan penjelasan bagaimana seharusnya tindakan yang di ambil oleh pengguna.

5_@ - Copy.png

Gambar di atas adalah tampilan dari pesan error yang tidak deskriptif terhadap kesalahan input yang dimasukan dan tidak memberikan solusi yang jelas pada www.deptan.go.id. Pada situs ini, ketika pengguna memasukan input yang salah pada salah satu fungsi untuk menampilkan laporan, muncul pesan error yang kurang menggambarkan tentang kesalahan apa yang terjadi dan tidak ada langkah atau suggestion dan solusi yang ditawarkan kepada pengguna sehingga pengguna kesulitan untuk recover from errors.

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Point number 8 of 10 : Aesthetic and Minimalist Design

Academic, Human Computer Interaction, Ilmu Komputer No Comments »

Estetika dan pola desain yang minimalis merupakan point yang penting dalam heuristic evaluation. Polo desain yang minimalis juga dapat dilihat dari penggunaan white space yang minimum. White space merupakan area kosong yang tidak terdapat menu, button, ataupun action lainya, biasanya hanya berupa areal putih biasa saja. Penggunaan white space yang tepat dapat memperindah desain dari suatu website, akan tetapi jika penggunaan white space terlalu banyak maka desain dari website tersebut menjadi kurang menarik.

White space yang begitu besar saya temukan pada www.deptan.go.id , yaitu pada menu profil. Ketika masuk ke menu profil, konten dari menu profil hanya sedikit sehingga hanya memenuhi bagian atas dari halaman web saja sedangkan di kanan kiri website terdapat kategori menu yang berjejer kebawah dan membutuhkan scrolling yang banyak sehingga juga menyulitkan pengguna. Berikut adalah white space yang berlebihan pada www.deptan.go.id :

white.png

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Point number 7 of 10 : Flexibility and Ease of Use

Academic, Human Computer Interaction, Ilmu Komputer No Comments »

Salah satu yang menjadi faktor penilaian dalam heuristic evaluation adalah Flexibility and Ease of Use. Flexibility dalam sebuah website adalah bagaimana website tersebut dapat menangani dua atau lebih jenis user yang berbeda tipe dan kemampuannya. Pada suatu kasus diperlukan suatuh fungsi yang hanya dapat dimengerti oleh para pengguna yang sudah mahir sehingga pengguna tidak perlu kesulitan untuk mengakses sebuah fungsi dari awal sehingga memudahkan dalam mengakses suatu fungsi di suatu situs. Tidak ada pengguna yang mahir tetapi juga harus disediakan menu yang dapat dimengerti oleh pengguna yang awam sehingga memudahkan pengguna awam untuk mengakses suatu fungsi dalam suatu website.

Untuk Flexibility and Ease of Use tidak terdapat pada situs www.deptan.go.id. Pada situs ini, pengembang sistem tidak menyediakan fungsi-fungsi yang memberikan kemudahan bagi pengguna yang mahir ataupun pengguna biasa. Seluruh pengaksesan adalah sama, tidak ada sisi kemudahan yang ditawarkan bagi pengguna yang expert sehingga kurang dari segi fleksibilitas dan kemudahan pengaksesan.

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Point number 6 of 10 : Recognition Rather than Recall

Academic, Human Computer Interaction, Ilmu Komputer No Comments »

Kalau diartikan sederhana Recognition dalam hal ini adalah pengguna dapat mengetahui dimana posisi mereka berada atau pengguna tau jalur menu mana saja yang telah mereka lalui. Sebuah situs biasanya menggunakan breadcrumb agar pengguna bisa melakukan recognition atau mengetahui dimana posisi mereka saat ini hal ini bertujuan agar mereka tidak melakukan recall. Recall merupakan proses dimanaa pengguna mengakses sebuah web dari awal kembali karena tidak menemukan posisi dimana mereka berada pada suatu kondisi. Jika terdapat breadcrumb proses recall tidak perlu dilakukan karena pengguna bisa mengetahui jalur menu yang dilalui untuk mencapai menu yang sedang diakses oleh pengguna.

Pada www.deptan.go.id tidak terdapat breadcrumb atau sejenisnya sehingga pengguna terpaksa melakukan recall mengaskses kembali halaman website dari kondisi awal, hal ini membuat pengguna menjadi kesulitan karena tidak mengetahui jalur-jalur yang telah mereka akses sebelumnya. Berikut merupakan contoh breadcrumb pada sebuah perpustakaan online :

home->kategori->computer science->programming->php

Dari contoh diatas pengguna dapat mengetahui current state saat ini adalah pada sub menu “php” dan pengguna mengetahui php berada didalam menu programming dan programming berada pada menu computer scince dan seterusnya hingga mencapai home. Apabila ingin membuka menu programming pengguna tidak perlu melakukan recall atau mengakses dari home, pengguna cukup melakukan klik pada tulisan “programming” sehingga lebih efisien dan efektif.

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Point number 5 of 10 : Error Prevention

Academic, Human Computer Interaction, Ilmu Komputer No Comments »

Dalam bahasa yang sederhana, error prevention adalah bagaimana sebuah website dapat mencegah terjadi suatu error yang dibuat oleh pengguna akibat kesalahan memasukan input atau menjalankan suatu task pada suatu fungsi di website tersebut. Salah satu bentuk pencegahan pada masa modern ini adalah seperti fungsi acount availability checker pada fungsi membuat akun email baru pada yahoo ataupun webmail lainya. Sekalipun error tidak dapat cegah, sistem harus menampilkan pesan error yang jelas sehingga pengguna tahu mengapa error terjadi.

Setelah saya mencoba beberapa fungsi pada situs www.deptan.go.id, tidak terdapat fungsi-fungsi yang dapat mencegah suatu error terjadi. Saya mencoba fungsi untuk menampilkan laporan pada situs ini. Pengguna diharuskan memberikan input tanggal dan jenis laporan yang ingin ditampilkan. Kesalahan fatal yang terjadi pada situs ini adalah, pengguna dibiarkan dapat memilih tanggal yang sebenernya tidak ada dalam hal saya mencoba memilih tanggal dari kombinasi combo box yaitu 31 Juni 2010. Tanggal tersebut seharusnya tidak dapat dipilih karena bulan Juni hanya sampai 30 atau dengan kata lain tanggal 31 Juni tidak akan pernah ada dan merupakan input yang tidak valid. Seharusnya sistem dapat mencegah pengguna untuk melakukan kesalahan apabila memilih tanggal ini. Berikut contoh input yang saya mamasukan untuk fungsi melihat laporan pada www.deptan.go.id :
5_1.png

Website ini tidak mempunya error prevention untuk menanggulangi kesalahan yang dibuat oleh user. Ketika input saya submit, seharusnya sistem dapat memberikan error message atau pesan error yang dapat menjelaskan dengan jelas dan tampilan yang jelas agar pengguna mengerti kesalahan apa yang mereka buat. Setelah saya mauskan input 31 Juni 2010, sistem merespon dengan menampilkan error message sebagai berikut :

5_@.png

Error message ditampilkan pada bagian kiri atas halaman penuh dengan detail tulisan sebagai berikut :
5_@ - Copy.png

Error message yang ditampilkan posisinya tidak jelas dan penjelasan error yang diberikan tidak sesuai dengan kesalahan yang dibuat oleh pengguna. Seharusnya input yang tidak valid dapat ditangani oleh situs pemerintahan seperti ini.

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Point number 4 of 10 : Consistency and Standards

Academic, Human Computer Interaction, Ilmu Komputer No Comments »

Dari namanya sudah sangat jelas, yaitu konsisten dan standarisasi. Pada suatu sistem tentunya terdapat beberapa menu, fungsi maupun bahasa. Terdapat aturan-aturan yang sudah menjadi standar bagi tampilan sebuah situs atau website. Dari segi bahasa hendaklah konsisten menggunakan satu bahasa saja, tetapi boleh menggunakan istilah-istilah dari bahasa lain yang apabila digunakan istilah tersebut membuat pengguna mengerti dengan apa yang dimaksud oleh sistem.

Dari sisi tempilan menu, seharusnya posisi atau nama dari menu tersebut memudahkan pengguna untuk mencarinya, dengan kata lain apabila terdapat banyak menu yang di susun secara order list hendaklah mengurutkanya secara ascending atau dari abjad a sampai dengan z. Jika menu hanya sedikit dan terdapat perbedaan karakteristik dan fungsi dari menu tersebut, hendaknya menu yang memilki kemiripan fungsi atau karakteristik dikelompokan kedalam satu kategori sehingga memudahkan pengguna dengan menu yang konsisten dan telah disusun sesuai standar pada umumnya.

Pada www.deptan.go.id terdapat banyak sekali fungsi dan menu yang sangat membingunkan pengguna ketika pertama kali melukan akses terhadap situs ini. Halaman awal atau home dari situs ini mengelompokan menu-menu yang banyak tersebut kedalam kategori-katergori. Sudah ada keteraturan pada kategori yang dibuat dengan kesamaan pada header kategori setiap menu. Tetapi, ketika pengguna memilih sebuah menu pada sebuah kategori, pengguna akan dihantarkan kepada sub domain dari website tersebut yang merupakan salah satu bagian dari sub departemen dari departemen pertanian. Tampilan sub departemen dan kelembagaan ini sangat jauh berbeda dengan tampilan awal pada departemen pertanian, bahkan tampilan antara satu departemen dengan departemen lainya tidak terstandarisasi. Tidak adanya kekonsistenan pada tampilan sub departemen tersebut membuat pengguna bingung untuk mengakses menu yang mereka inginkan, padahal terdapat kesamaan fungi dari sub departemen tersebut. Berikut adalah tampilan salah satu sub departemen yang berbeda jauh secara interface dan fungsionalitas dengan sub departemen lainya atau departemen pertanian secara global :

4_2.png

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Point number 3 of 10 : User Control and Freedom

Academic, Human Computer Interaction, Ilmu Komputer No Comments »

Karakteristik pengguna biasanya ingin menguasi atau mendapat kontrol penuh dari sebuah sistem atau website yang dia akses. Pada tahap ini akan dilihat bagaimana pengguna dapat kembali ke suatu kondisi setelah mereka mengakses ke sebuah menu atau kondisi lainya. Dengan kata lain apabila pengguna memilih sebuah menu dan ternyata menu tersebut bukanlah menu yang mereka inginkan, pada menu yang sudah terlanjur mereka pilih tersebut haruslah terdapat tombol atau cara bagi pengguna untuk kembali ke kondisi awal dimana mereka sebelumnya.

Suatu contoh pada www.deptan.go.id yaitu pada sebuah menu untuk menampilkan fungsi harga gabah. Pada fungsi tersebut pengguna harus memilih terlebih jenis laporan dan tanggal laporan yang diinginkan lalu mereka harus melakukan klik pada tombol lanjut. Setelah pengguna memasukan waktu dan jenis laporan yang diinginkan mereka akan diantarkan pada sebuah laporan dan ketika berada pada laporan itu tidak ada akses untuk kembali ke kondisi awal sebelumnya di mereka memilih tanggdan dan jenis laporan yang ingin ditampilkan. Berikut adalah menu yang dimaksud :

33.png

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Point number 2 of 10 : Match Between the System and the Real World

Human Computer Interaction, Ilmu Komputer No Comments »

Pada tahapan ini, sebuah sistem harus menggunakan bahasa yang akrab dengan usernya, sehingga user mudah mengerti dan mengerti dengan apa yang dimaksud oleh sistem. Kata-kata dan frase atau konsep yang digunakan yang berorientasi sistem cendrung akan lebih membingungkan pengguna dan membuat mereka bertanya-tanya.

Secara umum www.deptan.go.id menggunakan bahasa indonesia dan juga menggunakan bahasa inggris untuk beberapa bagian. Penggunaan bahasa indonesia hampir 95% pada website ini dan penggunaan bahasa inggris yang gampang dan akrab ditelinga pengguna seperti home. Penggunaan istilah asing pada website ini membatu pengguna lebih mudah untuk memahami apa yang dimaksud oleh sistem. Pada beberapa situs lain penggunaan istilah beranda cenderung akan membuat pengguna bingung karena secara umum pengguna telah akrab dengan istilah home. Berikut penerepanya pada www.deptan.go.id yang menggunakan istilah home yang lebih mudah dimengerti oleh pengguna:

2.png

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio. Theme pack from WPMUDEV by Incsub. Distributed by Dedicated Servers
Entries RSS Comments RSS Log in